Posted on Januari 31, 2010 by pslk

Manajemen Logistic
Sebuah riset John McCloskey, profesor di Institut Riset Sains Lingkungan Hidup di Universitas Ulster, Irlandia Utara menyebutkan ancaman gempa dan tsunami di Pulau Sumatera. Hasil riset ini satu sisi mencemaskan masyarakat, namun disisi lain menjadi sinyal bagi semua pihak untuk lebih siap menghadapi bencana. Hal itu mengemuka dalam Forum Diskusi “Contingency Stock” di Pusat Studi Lingkar Kabisat (31/01/2010).
Menurut Rusli, Team Leader Contingency Stock KABISAT Indonesia, keberadaan contingency stock sangat vital dalam penanganan bencana. Pengalaman dalam emergency response pasca gempa 30 September 2009 lalu menunjukkan bahwa contingency stock sangat berperan dalam mempercepat response bencana. Korban gempa lebih banyak terselamatkan. “Salah satu contoh adalah pada fase emergency 12 hari pertama, distribusi terpaulin mampu menjangka 2.500 keluarga”, tambahnya. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Ditandai: Contingency Stock | Leave a Comment »
Posted on Agustus 3, 2008 by pslk
KRISIS ekonomi yang mendera negeri ini telah mewariskan penderitaan pada masyarakat. November 2001, Wakil Presiden Bank Dunia untuk Kawasan Asia Timur dan Pasifik Jemaluddin Kassum mengingatkan, kurang lebih tiga per lima (60 persen) penduduk Indonesia saat ini hidup di bawah garis kemiskinan, sementara 10-20 persen hidup dalam kemiskinan absolut (extreme poverty).
Jika definisi garis kemiskinan yang dipakai adalah pendapatan 2 dollar per hari, jumlah penduduk miskin diperkirakan turun dari 65,1 persen tahun 1999 menjadi 57,9 persen (tahun 2000), 56,7 persen (tahun 2001), 55,1 persen (2002), 53,4 persen (2003), 51,5 persen (2004), dan 49,5 persen (2005). Angka kemiskinan 49,5 persen tahun 2005 ini kira-kira sama dengan level sebelum krisis, yakni tahun 1996 yang sebesar 50,1 persen. Angka kemiskinan berdasarkan definisi yang dipakai pemerintah (Badan Pusat Statistik/BPS) sendiri lebih kecil, yakni 27 persen tahun 1999, 15,2 persen (2000), 15,7 persen (2001), 14,6 persen (2002), 13,3 persen (2003), 12,1 persen (2004), dan 10,9 persen (2005). (Lihat Kompas, 8 November 2001) Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Ekonomi | Ditandai: Ekonomi, Krisis, Pusat Studi Lingkar Kabisat | Leave a Comment »