Potensi Zakat Riau Perlu Dimaksimalkan

Dikirim Oleh: Developer pada 31 Januari 2004 4:20:40 AM
PEKANBARU (Riau Online): Potensi zakat di Riau saat ini dinilai masih perlu dimaksimalkan lagi. Pasalnya, kendati potensi itu sangat besar, namun belum diolah secara tepat. Hal ini terlihat dari masih banyaknya penyaluran zakat yang konsumtif dan tidak dapat melahirkan muzakki baru.

”Dari beberapa kali dialog interaktif kita di radio atau RTv, memang potensi zakat kita sangat besar. Hanya memang penyalurannya perlu ada peningkatan lagi,” ujar Direktur Lembaga Amil Zakat (LAZ) Swadaya Masyarakat Riau, Sujiat MAg.

Hal itu dikatakannya kepada pers, Sabtu usai sosialisasi LAZ SM Riau dan pemberdayaan zakat di Wisma Mella kerja sama dengan Dompet Du’afa` Republika, akhir pekan lalu. Sujiat mengatakan, dari beberapa kali dialog dan survey, potensi zakat di Riau memang sangat besar. Hal ini terjadi karena umat Islam yang kaya (wajib zakat) di daerah ini juga cukup besar.

Secara umum dalam konteks Indonesia, pembayar zakat pertahun mencapai angka Rp5 hingga Rp7 triliun. Sedangkan untuk Riau, belum ada penghitungan yang pasti. Namun menurutnya, pembayar zakat di Riau cukup besar.

”Pembayar zakat juga sangat banyak. Hanya saja, mereka sering menyalurkan sendiri zakatnya dan terkadang kepada yang tidak tepat,” tukasnya.

Dia mengatakan, terdapat beberapa metode dalam penyaluran zakat yang lebih bermanfaat saat ini. Zakat dapat disalurkan lewat bantuna modal usaha dan ekonomi produktif. Hal ini dapat dilakuaknd dengan bentuk bantuan sejumlah dana yang cukup besar.

”Dapat juga dilakukan dengan bantuan konsumtif. Ini misalnya dapat diberikan kepada orang yang benar-benar miskin, janda tua yang miskin, aksi sosial karena bencana dan sebagainya. Ini yang biasa dilakukan masyarakat,” ujarnya.

Selanjutnya, zakat juga dapat disalurkan lewat pemberdayaan ekonomi berkelompok. Kelompok pengusaha kecil diberikan subsidi untuk dapat maju. Zakat juga dapat disalurkan dengan memberikan bantuan pendidikan kepada anak putus sekolah dan berbagai cara lainnya.

Sementara itu Asisten VP Jejaring Pengelola Zakat Dompet Du’afa` (PJZ DD) Republika, Efri Syamsul Bahri mengatakan, potensi zakat di daerah memang perlu ditingkatkan lagi. Selama ini, memang JPZ DD selalu membina lembaga di daerah. Menurutnya, potensi zakat yang banyak itu belum maksimal dan penyalurannya pun tidak membuat kesejahteraan masyarakat meningkat baik. ”Saat ini sudah ada delapan jejaring. Riau yang ke sembilan,” kata Efri.

Secara nasional, kecenderungan rasa percaya kepada pengelola zakat cukup tinggi. Hal itu perlu juga diperluas di daerah-daerah sehingga ada sinergi yang baik, juga dengan pengelola zakat lainnya, misalnya yang diSK-kan oleh pemerintah.

Menurutnya, selalu ada bimbingan tekhnis kepada mereka yang di daerah. Bimbingan tekhnis itu adalah dalam bentuk kelembagaan, peningkatan SDM dan desain standar operasi prosedur. ”Mengenai adanya pengelola zakat yang lain, tentu harus ada sinergi dan komunikasi. Perlu kerja sama untuk kepentingan bersama ini,” katanya.(min) Sumber: http://www.riau.go.id

Tinggalkan Balasan